EFEK HORMONAL PADA OVULASI DAN PEMIJAHAN IKAN

EFEK HORMONAL PADA OVULASI DAN PEMIJAHAN IKAN

Oleh :

Luqman Wibowo

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Tabel 1. Data Hasil Pengamatan Efek Hormonal Pada Ovulasi Dan Pemijahan Ikan Nilem

Waktu

Keterangan

20.00 WIB

Dilakukan penyuntikan pada ikan resipien

16.00 WIB

Dilakukan pengamatan dan hasilnya tidak terjadi pemijahan pada ikan resipien.

Pembahasan

Metode hipofisasi adalah usaha untuk memproduksi benih dari induk yang tidak mau memijah secara alami tetapi memiliki nilai jual tinggi dengan kelenjar hipofisasi dari ikan donor yang menghasilkan hormon yang merangsang pemijahan seperti gonadotropin (Susanto, 1996). Pemijahan sistem hipofisasi menurut Muhammad et al. (2003), ialah merangsang pemijahan induk ikan dengan menyuntikkan kelenjar hipofisa. Menurut Sumantadinata (1981), terdapat 3 cara penyuntikan hipofisasi yaitu intra muscular, intra cranial, dan intra perineal.

Hasil percobaan yang dilakukan menyatakan bahwa pada ikan resipien yang dilakukan penyuntikan, tidak melakukan pemijahan setelah diamati selama 8 jam. Hal tersebut tidak sesuai dengan pernyataan Kay (1998), yang menyatakan bahwa penyuntikan kelenjar hipofisa akan memberikan respon dan menyebabkan ikan memijah antara 7-11 jam. Hormon yang berperan menurut Pickford (1957) adalah gonadotropin yaitu Leuteinizing Hormone (LH) dan Folicle Stimulating Hormone (FSH). Hormon gonadotropin tersebut dihasilkan oleh kelenjar adenohipofisa yang akan merangsang proses pemasakan ovulasi yang pada akhirnya merangsang induk betina untuk memijah.

Ikan tidak berhasil memijah dimungkinkan oleh faktor lingkungan yang tidak kondusif sehingga ikan mengalami stress dan hormon yang ada tidak dapat memberikan respon. Penyebab lain yaitu teknik penyutikan yang kurang sempurna sehingga menghambat proses pemijahan yang terjadi. Selain itu, ikan yang belum memenuhi syarat juga dapat menjadi faktor kegagalan pemijahan. Faktor lingkungan seperti suhu, cahaya, sifat fisik dan kimia juga mempengaruhi tingkah laku ikan. Suhu dan cahaya akan mempengaruhi saraf dan otak pada pemijahan. Suhu optimal ikan memijah adalah 280-300C. Cara pengambilan ikan resipien dan arus air berperan dalam pemijahan (Sumantadinata, 1981).

Tanda-tanda ikan yang sudah mengalami ovulasi dan siap dikeluarkan telurnya yaitu ikan terlihat gelisah, sering muncul di permukaan air dan ikan jantan sering berpasangan dengan ikan betina (Ville et al., 1988). Menurut Gordon (1982) ciri-ciri betina yang sudah masak kelamin diantaranya perut mengembung, lubang genital kemerahan, perut lembek. Sedang pada ikan jantan yang telah masak kelamin adalah bila perut di stripping akan keluar cairan putih seperti susu (malt).

Hadjamulia (1980) menyatakan syarat ikan donor yang digunakan yaitu masak kelamin dan tidak boleh mati (tidak lebih dari 2 jam), beratnya 2x ikan resipien. Ikan resipien adalah jenis yang sama mempunyai berat 0,5x ikan donor. Perbandingan ikan donor dan resipien yang digunakan adalah 3:1 yaitu 3 jantan dan 1 betina.

Mekanisme pemijahan dimulai dari ekstrak kelenjar hipofisa yang disuntikkan akan menimbulkan rangsangan pada hipotalamus. Rangsangan dibawa akson yang berakhir pada penonjolan tengah di dasar ventral ketiga hipotalamus. Hormon FSH dan LH bekerja merangsang perkembangan gonad dan merangsang ovulasi. FSH dan LH juga merangsang perkembangan fungsi testis. FSH meningkatkan ukuran saluran semini ferus dan LH merangsang sel intestinum dari testis untuk memproduksi hormon kelamin jamtan (Ville et al.,1988).

Pembuahan ikan dilakukan di luar tubuh. Masing-masing ikan jantan dan betina mengeluarkan sperma dan ovum. Keduanya dapat dipicu dengan menggunakan teknik hipofisasi. Keberhasilan ovulasi tergantung dari keberhasilan proses pematangan akhir oosit. Oosit yang telah siap diovulasikan akan terjadi jika telah mendapat rangsangan hormon yang sesuai. Rendahnya hormon gonadotropin yang masuk dalam darah dapat menyebabkan kemampuan hormon gonadotropin untuk mengovulasikan telur sangat terbatas (Muhammad et al., 2003).

KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa:

  1. Hasil menunjukkan bahwa ikan yang telah disuntik dengan kelenjar hipofisa tidak mengalami pemijahan.
  2. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan yaitu suhu, lingkungan, kematangan gonad, teknik penyuntikan, keadaan fisiologis ikan, cahaya dan arus air serta sifat fisik dan kimia.
  3. Mekanisme pemijahan dengan teknik hipofisasi adalah ekstrak kelenjar hipofisa memacu hipotalamus ikan yang telah masak kelamin untuk mengeluarkan hormon gonadotropin dimana hormon gonadotropin berperan dalam pemijahan dan ovulasi.

DAFTAR REFERANSI

Gordon, M.S. 1982. Animal Physiology Princile. Mc Millan Publishing Company, New York.

Hadjamulia, A. 1980. Pembenihan Ikan Dengan Teknik Hipofisasi. BBAI, Sukabumi.

Kay, I. 1998. Introduction of Animal Physiology. Bion Scientific Publisher Ltd. Canada.

Muhammad, H. Sanusi, dan I. Ambas. 2003. Pengaruh Donor dan Dosis Kelenjar Hipofisa terhadap Ovulasi dan Daya Tetas Telur Ikan Betok (Anabas testudineus Bloch). J. Sains & Teknologi. Vol.3(3): 87-94.

Pickford , A. 1957. General Zoology Calude. The Mac Millan Publishing Company, New York.

Sumantadinata, K. 1981. Pengembangbiakan Ikan-Ikan Peliharaan di Indonesia. Sastra Budaya, Bogor.

Susanto, H. 1996. Budidaya Kodok Unggul. Swadaya. Jakatra.

Ville, C.A, W.D Wallon and F.E. Smith. 1988. Zoologi. Erlangga. Jakarta.

About these ads

4 Komentar

  1. I like it when people get together and share views. Great site, keep it up!

  2. Wonderful blog! I found it while searching on Yahoo News.

    Do you have any tips on how to get listed in Yahoo News?
    I’ve been trying for a while but I never seem to get there! Appreciate it

  3. It’s nearly impossible to find educated people about this topic, however, you seem like you know what you’re
    talking about! Thanks

  4. I drop a comment when I appreciate a post on a website or I have something to valuable to contribute to the discussion.
    It is caused by the fire displayed in the post I looked at.
    And on this article EFEK HORMONAL PADA OVULASI DAN PEMIJAHAN IKAN | Kereta Pagi.
    I was moved enough to post a leave a responsea response ;) I actually do have a few questions
    for you if you usually do not mind. Is it just me or do a few
    of the remarks come across as if they are coming from brain dead visitors? :-P And, if you are writing at additional online social sites,
    I’d like to keep up with you. Could you make a list all of your communal sites like your Facebook page, twitter feed, or linkedin profile?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.