APLIKASI PUPUK HAYATI

APLIKASI PUPUK HAYATI

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pupuk hayati merupakan bahan yang mengandung unsu mikroorganisme baik jamur maupun bakteri. Ada beberapa bentuk pupuk hayati misalnya berupa cairan atau padatan. Sebagai contoh adalah EM-4, M-Bio dan lain-lain (cairan), pupuk hayati Mikoriza, Rhizoplus, Rhizogen (padatan).
Pupuk hayati mikoriza mengandung jamur mikoriza yaitu sejenis jamur tanah yang mempunyai peran dalam menyediakan unsure hara bagi tanaman terutama P, sedangkan EM-4 dan M-Bio mengandung beberapa bakteri yang berperan menyediakan unsure hara bagi tanaman. Karena secara langsung maupun tidak langsung dapat menambah ketersediaan unsure maka aplikasi pupuk hayqati dapat mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia seperti pupuk pabrik, pestisida dan juga dapat menanggulangi pemakaian pestisida.
Aplikasi pupuk hayati di bidang pertanian merupakan salah satu alternative untuk mendukung pertanian organik atau pertanian berkelanjutan untuk menanggulangi persoalan lingkungan dan keamanan hasil panen.

B. Tujuan
Tujuan percobaan ini adalah:
a. Memperkenalkan dan mempelajari pemakaian beberapa pupuk hayati.
b. Mempelajari pertumbuhan pemanfaatan pupuk organic dan kimia dengan berbagai dosis kombinasi.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tandon (1990) melaporkan terjadinya kekahatan pada 5 unsur hara dari 13 jenis unsur hara yang diperlukan tanaman terutama tanah-tanah di kawasan Asia akibat program pemupukan yang tidak berimbang dan penggunaan bahan organik yang sangat terbatas. Apabila terus berlanjut, revolusi hijau bukan membawa keberhasilan pembangunan pertanian tetapi dengan malapetaka.
Praktek pertanian organik membantu dalam memperbaiki tanah yang terdegradasi dan mendorong tercapainya pertanian yang berkelanjutan. N dan P merupakan unsur hara yang paling banyak diperlukan tanaman. Dari tahun ke tahun kebutuhan selalu meningkat. Untuk mengatasi perlu tambahan pupuk organik dan pupuk hayati. Peningkatan harga pupuk kimia mendorong kita untuk mencari teknologi alternatif.
Pupuk Hayati Merupakan Alternatif Bagi Petani.
Usaha untuk memperoleh sumber alternatif dalam mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah melalui sumber daya terbarukan dengan peranan bakteri dan mikroorganisme lain yang mampu menambat N dan meningkatkan kemangkusan sehingga efisien dengan penggunaan N dan P yang mempunyai peranan penting.

III. PELAKSANAAN PERCOBAAN

A. Bahan dan Alat

Bahan

1. Benih selada
2. Pupuk kompos, pupuk urea, SP-36 dan KCl
3. Pupuk hayati: mikoriza dan EM-4
4. Media tanam: tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
5. Air

Alat

1. Polibag
2. Label
3. Alat penyiram

B. Prosedur Kerja

1. Menyiapkan semua alat dan bahan.

2. Menyiapkan media tanam dalam polibag dengan berbagai dosis pupuk hayati dan pupuk kimia. Dosis pupuk yang digunakan yaitu:

  1. Jenis pupuk hayati control (P0), mikoriza (P1 = 25 g/pot) dan EM-4 (P2 = 5 ml/l air).
  2. Dosis pupuk kimia K0 = 100%, K1 = 75% dan K2 = 50% dari dosis rekomendasi.
  3. Benih yang telah ditanam dipelihara sampai layak untuk dipanen

IV. HASIL dan PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

  1. Tabel Pengamatan
Kombinasi Pupuk (Perlakuan) Tanggal Pengamatan Bobot Segar (gr)
10/12/08 17/12/08 24/12/08 30/12/08
T D T D T D T D
PoKo 1 3,5 2 4 3 6 5 9 7 6
2 4 2 4,5 2 6,6 4 10 6 7
P1K1 1 3,7 2 4 4 7 5 10 6 8,7
2 4 2 4,5 4 6 5 9 5 7
P1K2 1 4 2 5 5 8 5 10 8 6,5
2 4 2 4,5 3 7 4 9 6 8
P2K1 1 4 2 5 4 8 5 10 6 5,7
2 3,5 2 4 4 8 4 11 5 7,2
P2K2 1 4 2 4,5 4 8 5 10 6 9
2 5 2 5,5 4 9 5 11,5 6 8,9

2. Rata-rata

Kombinasi Pupuk (Perlakuan) Tanggal Pengamatan Bobot Segar (gr)
10/12/08 17/12/08 24/12/08 30/12/08
T D T D T D T D
PoKo 3,75 2 4,25 2,50 6,30 4,50 9,50 6,50 6,50
P1K1 3,85 2 5,56 4 6,50 5 9,50 5,50 7,85
P1K2 4 2 4,75 3,50 7,50 4,50 9,50 7,00 7,25
P2K1 3,75 2 4,50 4 8 4,50 10,50 5,50 6,45
P2K2 4,50 2 5,00 4 8,50 5,50 10,50 6,00 8,95

Keterangan:

T = Tinggi Tanaman (cm)                   1  = Tanaman Selada 1

D = Jumlah Daun                                   2  = Tanaman Selada 2

A. Pembahasan

Keberadaan mikroorganisme di dalam tanah sangat penting karena mempunyai peranan dalam mempertahankan dan menigkatkan kesuburan tanah. Peranan mikroorganisme dalam tanah, antara lain: daur ulang hara, penyimpanan sementara dan pelepasan hara untuk dimanfaatkan dan lain-lain. Mikroorganisme mampu menambat nitrogen udara yang selanjutnya tersedia untuk tanaman. Mikroorganisme yang lain mempunyai peranan dalam proses dekomposisi bahan organik, dan secara simultan membentuk senyawa baru.

Kebutuhan Pupuk Hayati

Nitrogen dan fosfat merupakan dua unsur yang paling banyak diperlukan tanaman dan merupakan faktor pembatas pertumbuhan dan hasil tanaman. Sampai saat ini permasalahan yang dihadapi dalam program pemupukan adalah kemangkusannya yang rendah. Meskipun demikian, kebutuhan pupuk N dan P dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Untuk mengurangi perbedaan yang besar antara kebutuhan dan pasokan, tambahan pupuk organik dan pupuk hayati sangat diperlukan. Kemungkinan besar terdapat kendala yang  cukup besar dalam program pengembangan pertanian organik. Akan tetapi kesulitan tersebut dapat diatasi dengan penggunaan pupuk hayati. Suatu hal yang mungkin dapat dilaksanakan untuk memproduksi dan memasok pupuk hayati apabila tahapan yang harus dilaksanakan dirancangan dengan baik  (Sugeng. 2005)

Pupuk hayati merupakan alternatif bagi petani untuk memanfaatkan pasokan N2- udara yang cukup besar, disamping memanfaatkan bentuk P tak tersediaa menjadi bentuk tersedia. Melalui masukan teknologi rendah, petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Jenis Pupuk Hayati dan Pemanfaatannya

Pupuk hayati yang dibuat mengandung mikroorganisme tertentu dalam jumlah yang banyak mampu menyediakan hara serta membantu pertumbuhan tanaman. Pupuk hayati dapat diterima sebagai pupuk yang berharga murah dibanding pupuk kimia, dan tidak berdampak negatif baik terhadap kesehatan tanah maupun lingkungan. Pupuk hayati yang banyak dikembangkan merupakan pemasok nitrogen dan fosfor (Susanto. 2002).

Pupuk Hayati Pemasok Nitrogen

Atmosfer mengandung nitrogen dalam jumlah yang banyak (78%) dan beberapa jenis bakteri baik yang hidup bebas di dlam tanah maupun bersimbiosis dengan tanaman, mampu menambat N-udara yang selanjutnya diubah menjadi bentuk yan tersedia bagi tanaman. Pada saat ini yang banyak digunakan untuk pupuk hayati adalah:Rhiobium, Azospirillium, Azotobacter, dan Phosphobacteria.

1. Rhizobium

Diantara bakteri yang bermanfaat, rhizobium yang paling banyak digunakan untuk pupuk hayati. Koloni bakteri rhizobium bersimbiose dengan akar tanaman legum, membentuk bintil akar yang berperan dalam penyematan nitrogen.

2. Azospirillium

Azospirillium mempunyai potensi cukup besar untuk dikembangkan sebagai pupuk hayati. Bakteri ini banyak dijumpai berasosiasi dengan tanaman jenis rerumputan, termasuk beberapa jenis serealia, jagung, cantel, gandum. Sampai saat ini ada tiga spesies yang telah diketemukan dan mempunyai kemampuan sama dalam menambat nitrogen ialah, A. Brasilense, A. Lipoferum, A. Amazonesense.

3. Azotobacter

Merupakan bakteri non-simbiosis yang hidup di mintakan perakaran. Dijumpai hampir di semua jenis tanah tetapi populasinya relatif rendah. Selain kemampuannya dalam menambat nitrogen, bakteri ini juga menghasilkan sejenis hormon yang kurang lebih sama dengan hormon pertumbuhan tanaman dan menghambat pertumbuhan jenis jamur tertentu.

Meningkatkan Ketersediaan Hara Fosfat

Ada beberapa jenis mikroorganisme yang cukup penting dalam memanfaatkan fosfat yang ada di dalam tanah. Hasil inokulasi bakteri ini kemingkinan meningkatkan hara fosfat secara langsung. Pada tanaman, atau lebih sederhana fosfat di dalam tanah lebih besar.

1. Bakteri pelarut fosfat

Sebagian besar bentuk fosfat disemat oleh koloid tanah sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Pada kebanyakan tanah tropika diperkirakan hanya 25% fodfat yang diberikan dalam bentuk superfosfat yang diserap tanaman dan sebagian besar atau 75% diikat tanah.

2. Mikorisa

Mikorisa merupakan jenis fungi yang menguntungkan pertumbuhan tanaman terutama yang mengalami kekahatan. Mikorisa bersimbiose dengan perakaran tanaman dan membantu dalam penyerapan fosfat.

3. Ektomikoriza

Ektomikoriza berasosiasi dengan tanaman jenis pohon, sperti pinus, oak, eukaliptus, dll. Inokolasi tanaman dengan ektomikoriza akan memberikan keuntungan, bahkan di beberapa tempat tanaman akan tumbuh baik apabila terinfeksi mikorisa. Inokulasi akan mendorong pertumbuhan tanaman apabila infeksi secara alami terjadi pada kerapatan yang rendah.

Percobaan kali ini dilakukan percobaan terhadap tanaman selada yang ditanam di polibag. Media tanam yang digunakan adalah campuan pasir, tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Setiap polibag mendapatkan satu perlakuan, perlakuan pertama yaitu kontrol (tanpa pemberian/aplikasi). Perlakuan kedua yaitu pemberian mikoriza 25gr dengan pupuk kimia 100%, perlakuan ketiga pemberian EM4 5ml/liter air dengan pupuk kimia 100%. Perlakuan keempat pemberian mikoriza 25gr dengan pupuk kimia 50%, perlakuan kelima pemberian EM4 5ml/liter air dengan pupuk kimia 50%.

Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan hasil per gram tanaman dimana kesemuanya itu dirata-ratakan. Pengamatan dilakukan sampai tanaman layak panen, atau dalam percobaan kali ini dilakukan selama kurang lebih 3 minggu.

Pengamatan dilakukan kurang lebih tiga minggu, dan hasil pengamatan menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman lebih cepat dengan kombinasi pupuk P2K2, dimana perlakuan menggunakan kombinasi EM4 5 ml/Liter air dan 50% pupuk kimia, disini terbukti bahwa besarnya dominasi pupuk hayati dapat mempercepat dan menyuburkan tanaman.

EM4 merupakan pupuk hayati cair yang mengandung mikroorganisme, salah satunya yaitu bakteri pelarut fosfat dan mikoriza. Terdapat beberapa jenis fungi dan bakteri, seperti: Bacillus polymyxa, Pseudomonas striata, Aspergillus awamori, dan Pencillium digitatum yang diidentifikasi mampu melarutkan bentuk P tak larut menjadi bentuk tersedia bagi tanaman (Susanto. 2002).

Mikoriza merupakan jenis fungi yang menguntungkan pertumbuhan tanaman terutama pada tanah-tanah yang mengalami kekurangan P. Mikoriza tidak hanya menguntungkan pertumbuhan tanaman, tetapi juga menekan kebutuhan pupuk P sampai 20% – 30%. Mikoriza bersimbiose dengan perakaran tanaman dan membantu dalam penyerapan fosfat. Ektomikoriza seperti seperti Pisolitus, Laccaria, Amanita, Scleroderma, russula, dan Tricolomu. Jenis fungi ini meningkatkan luas permukaan akar sehingga meningkatkan absorbsi hara, terutama jenis hara fosfat yang mempunyai mobilitas yang rendah dalam larutan tanah. Disamping itu juga membantu penyerapan air dan melindungi akar dari serangga pathogen akar (Susanto. 2002).

Tidak hanya membuat tanaman dapat tumbuh dengan cepat, ternyata perpaduan antara pupuk hayati dengan pupuk anorganik (kimia) juga dapat memperbanyak jumlah daun yang tumbuh. Hal ini dikarenakan kandungan N yang disediakan oleh pupuk kimia cukup banyak dan diimbangi dengan mikoriza/mikroorganisme yang terkandung dalam pupuk hayati sehingga perttumbuhan dapat seimbang dan cepat.

V. KESIMPULAN dan SARAN

A. Kesimpulan

  1. Keberadaan mikroorganisme di dalam tanah sangat penting karena mempunyai peranan dalam mempertahankan dan menigkatkan kesuburan tanah.
  2. Besarnya dominasi pupuk hayati dapat mempercepat dan menyuburkan tanaman.
  3. Pupuk hayati yang dibuat mengandung mikroorganisme tertentu dalam jumlah yang banyak mampu menyediakan hara serta membantu pertumbuhan tanaman.
  4. Pupuk hayati tidak berdampak negatif baik terhadap kesehatan tanah maupun lingkungan.
  5. Perlakuan menggunakan kombinasi EM4 5 ml/Liter air dan 100% pupuk kimia, disini terbukti bahwa besarnya dominasi pupuk hayati dapat mempercepat dan menyuburkan tanaman.
  6. Nitrogen dan fosfat merupakan dua unsur hara yang paling banyak diperlukan tanaman dan merupakan faktor pembatas pertumbuhan dan hasil tanaman.

B. Saran

1. Disarankan agar lebih terampil lagi dalam proses penanaman. Setelah benih ditaruh sebaiknya polibag ditaruh dibawah naungan untuk menghindari terkena kucuran air hujan sehingga benih terbawa air dan gagal berkecambah.

2. Sarana dan prasarana lebih ditingkatkan agar berjalannya percobaan lebih baik. Tempat penyimpanan hasil prktikum sebaiknya ditempat khusus agar tanaman tidak rusak maupun hilang.

DAFTAR PUSTAKA

Musnamar, E.I. 2005. Pupuk Organik. Penebar Swadaya. Jakarta.

PPI. 2007. Pertanian Organik. http://io.ppi-jepang.org/article.php?id=101 p.orgnk 4. (On line) Diakses tanggal 10 Januari 2008.

Rahayu. Intan.2003. Keunggulan EM-Bio http://www.M-bio4t.com/sangat %20membantu. Diakses 10 Januari 2008.

Susanto, Rachman. 2002. Penerapan Pertanian Organik Pemasyarakatan & Pengembangannya. Kanisius. Yogyakarta.

Winarso, Sugeng. 2005. Kesuburan Tanah Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. Gava Media. Yogyakarta.

About these ads

3 Komentar

  1. mohon ijin unduh untuk kepentingan para petani. kitapplindonesia

  2. otre,… boleh,…boleh…

  3. Saya menjual mikoriza, bisa mengirim ke seluruh Indonesia. Silakan hubungi saya di 087870181552 atau email ke mundirun07@gmail.com. Gabung juga di grup facebook MIKORIZA.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.