Aku Merindukan Bumi

Aku merindukan bumi

Jakarta, 2 Maret 2007

Kini aku berdiri

Diantara dinding-dinding beton yang berdiri menjulang

Diantara langit-langit beton seolah ia melindungiku

Diantara jalan-jalan yang saling berhimpit menahan beban kaum materialis

Bahkan aku berdiri di atas beton yang tersusun rapat hingga air-pun tak dapat lewat


Kini aku berdiam

Diantara suara-suara kaum urban, bernegosiasi tentang harga

Diantara hilir mudik alat tukar yang disebut uang

Diantara hiruk pikuk orang yang bergerak karena waktu

Diantara manusia-manusia yang merasa hidup karena kemewahan

Kini aku merindukan Bumi

Dimana air mengalir dengan riang-nya

Dimana rumput, padi atau tanaman apa-pun bisa tumbuh diatasnya

Dimana hewan berlarian dengan gesitnya

Dimana semua mahluk bercengkrama dengan alam

Kini aku terasing

Dari semua yang ada disekelilingku

Kini aku tersingkir

Dari dunia yang disebut modern

Luqman Wibowo

*Ditulis di Mangga Dua saat mengunjungi kawan dekat-ku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s